Atas izin Yang Maha Kuasa, Arwen lahir (tiba di terminal
kedatangan dunia) tanggal 1 November 2004 jam 8:55 pagi
hari Senin di Rumah Sakit Pondok Indah dengan nama lengkap
sesuai akta Shaula Charmawendi. Nama Shaula diambil dari
salah satu bintang di rasi Scorpio. Bintang Shaula (bahasa
Arab - yang artinya 'RISE' atau menjulang) berada di titik
sengat kalajengking. Kesannya sadis banget, si Arwen bakal
menyengat apa saja dan siapa saja. Tapi sebenarnya, lebih
bertujuan agar Arwen memiliki bekal untuk selalu jadi orang
yang bisa survive dalam kehidupannya kelak.
Walau Arwen 'menyengat' sebenarnya dia juga charming dan
baik hati, maka ditambah kata CHARM. Kata Wendi sendiri
diambil dari nama teman dekat Peter Pan yang diajak ke
Neverland. Wendi sendiri tetap ingin tumbuh dewasa secara
normal, meski Peter Pan tetap tidak ingin beranjak dewasa
dan tetap menjadi anak-anak. Kira-kira maksudnya, Arwen
membawa enerji anak-anaknya sampai dewasa dan menjadi orang
yang kreatif.
Cukup filosofinya.
Arwen lahir normal dengan berat 2,7 kg dengan tinggi 46 cm.
Termasuk mungil dibanding bayi-bayi lain yang lahir pada
hari itu di Rumah Sakit Pondok Indah. Begitu keluar dari
perut Mamin Dita, langsung teriak nangis berontak ngamuk,
karena tidur panjangnya diganggu. Papin Pinot meng-adzankan
Arwen setelah dimandikan terlebih dahulu. Belum selesai
Papin membacakan adzan, Arwen bersin kenceng banget di muka
Papin. Hahahahaha. Bersin pertama di depan orang tuanya.
Setelah 3 hari menginap di RSPI, Arwen pulang ke rumah
(barunya). Rupanya Arwen membawa peri-peri hujan ke rumah,
menciptakan hujan yang cukup deras tapi sejuk setelah
sekian lama matahari membakar Jakarta. Peri-peri lain juga
rajin menjaga dan menghibur Arwen agar nyaman dalam
kehidupan barunya. Saking intens hiburan dari peri-peri
itu, beberapa kali Arwen suka tersenyum dan tertawa sendiri
tanpa sebab.
Itulah awal-awal Magical Mystery Tour kami, sampai akhirnya
tanpa terasa sudah setahun berjalan. Betapa besar rasa
terima atas hamparan samudra kasih yang diberikan oleh Nya
kepada kami. Pun juga terima kasih tak terhingga kepada
orang tua kami, bapak ibu Dwi Koendoro dan bapak ibu Soni
Soemarsono. Melalui mereka, cinta & kasih Yang Maha
Kuasa tersiram setiap detik, menit, jam, hari, minggu,
bulan hingga 1 tahun umur Arwen dengan kondisi tanpa kurang
satu apa pun.
Pinot & Dita