BULAN KESEPULUH
September 2005
Look! Gigi seri tengahnya yang kanan atas nambah 1, jadi total 4, sementara another putih-putih yang mengapit gigi seri tengah atas mulai tampak. Mana giginya gede-gede kayak kelinci lagi!
Di bulan ini, Arwen mendapatkan imunisasi HiB 3 dan Campak. Beratnya mencapai 7,1 kg dan tinggi 67 cm. Kali ini Arwen gak kontrol di RSPI lagi, tapi di klinik Sehat-Sehat Cikal. Berhubung Mamin merasa gak cocok dengan dokter anak terdahulu, Mamin mencari alternatif dokter anak lain, yang maunya sih Rational Use of Drugs (RUD). Eh, ternyata di klinik Cikal ada dr. Wati yang terkenal RUD.
Setiap bulan pasti ada aja perkembangan baru. Bulan ini, Arwen mulai dorong-dorong kursi, mencoba berdiri tanpa pegangan dan bertahan beberapa detik. Entah kenapa, Arwen jadi seneng nungging-nungging dengan tumpuan di kepala.
So far, nafsu makan bagus banget. Doyan ngemil, makanya Mamin musti selalu puter otak beribu kali bikin cemilan yang sehat.
Sekarang doyan eksplorasi ke penjuru rumah, ngeliatin sapu, mesin cuci, air yang ngalir dari keran, buka-buka laci, nyariin serangga, ngangkat ember, dll. Karena gak bisa diem itulah, Mamin memutuskan untuk mencoba ngajak Arwen main di Kidsport. Maksudnya supaya energinya dan perkembangan motoriknya tersalurkan, soalnya kalo di rumah gak bebas, dan ternyata Arwen seneng banget.
Suatu ketika, iseng minum pake sedotan dan langsung dari botol aqua...ehhh...dia mau!! Terus mulai ikutan makan table food. Arwen juga udah bisa mengambil sesuatu dengan telunjuk & ibu jari.
Kebiasaan lucu lainnya adalah kalo mau pup, Arwen nyari tempat sepi buat mojok terus pup. Jadi kalo tiba-tiba Arwen mojok, Mamin dah tau kalo dia mau pup :)
Ada satu kebiasaan yang kami ajarin sejak usia 7 bulan, yaitu kalo mau turun dari tempat tinggi usahakan pantat duluan. Dan ternyata hasilnya terlihat di bulan ini. Otomatis kalo mo turun dari tempat tinggi, dia akan mengambil posisi pantat dan kaki turun duluan. Arwen juga mulai bisa menaiki tangga dengan posisi merangkak.
Terus, kalo Mamin said "No No! It's dangerous!" atau "No No! It's not nice!" atau "No No! It's not food!" "Come back here!" Arwen akan mengurungkan niatnya mengambil atau memakan benda-benda berbahaya.
Secara tiba-tiba, Arwen jadi super cerewet, suka ngoceh dan nyanyi-nyanyi sendiri, apa aja di tanyain, "APAH? APAH?" Dan sedikit demi sedikit kosa katanya bertambah.
Kami berhasil mencatat kata-kata yang keluar dari mulutnya :
1. ndo untuk halo,
2. popok untuk pok ame ame,
3. ba' untuk ciluk ba,
4. ash untuk panas,
5. gak untuk nggak,
6. naya,
7. meja,
8. apa,
9. mamama.
Lalu body language yang berhasil diimitasi dari kami adalah :
1. nunjuk-nunjuk sambil nanya "apa?",
2. mengipaskan kertas pertanda kepanasan,
3. menempelkan telpon ke telinga,
4. menggunakan sisir ke rambut,
5. mematikan lampu setelah keluar kamar mandi kalo Mamin said, "turn off the light, please!"
6. mencari cicak dengan mengeluarkan bunyi "cckkk ccckkk cckkkk",
7. memanggil kucing dan anjing dengan mencontoh kami yang menautkan ibu jari dan jari tengah sehingga menimbulkan bunyi,
8. nunjuk mata, hidung, mulut, cicak, ayam, bebek, anjing, kucing,
9. meletin lidah :)
10. kebiasaan dadah dan tepuk tangan jika diminta, masih berlanjut,
11. kalo dibilang mana muka busuk, ia akan meringis kayak kucing,
12. menyerahkan tangannya kalo Mamin said, "wash your hand!"
And then our baby's personality is really emerging now. She's back to be social butterfly, granting broad smiles to everyone she meets, or a little more reticent, shyly hiding her face when well-meaning strangers try to engage her. She's also developing a mind of her own.
In the end of the month, gigi seri kiri kanan di samping gigi seri tengah atas mulai nongol. Total sampe akhir bulan kesepuluh, giginya 5.